Catatan 1945

Ada tanganku sekali akan jemu terkulai

Mainan cahya di air hilang bentuk dalam kabut

Dan suara yang kucintai kan berhenti membelai

Kupahat batu nisan sendiri dan kupagut

Kita anjing diburu hanya melihat sebagian dari sandiwara sekarang

Tidak tahu Romeo dan Juliet berpeluk di kubur atau di ranjang

Dan kita nanti tiada kawan lagi diburu

Jika bedil sudah disimpan cuma kenangan berdebu

Kita memburu arti atau diserahkan pada anak lahir sempat

Karna itu jangan mengedip, tatap penamu asah

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu

Keduanya harus dicatat

Keduanya dapat tempat

Pertemuan

Pertemuan selalu mempunyai kesan tersendiri..
Bagiku..
Pertemuan mempunyai kesan menyedihkan..

Baru tahun ini aku bertemu dengannya..
Tapi mengapa tahun ini juga
Aku sudah harus berpisah denangannya??

Begitu sakit rasanya..
Entah mengapa..
Begitu sakit rasanya..
Sungguh aku merasa kehilangan..

Entah mengapa hal itu terjadi
Tetapi sungguh..
Bagiku pertemuan tetap berkesan menyedihkan..

Terkadang aku takut akan melakukan suatu pertemuan..
Terlebih jika pertemuan itu akan berkesan bagiku..

Tak hanya kali ini
Aku pernah kehilangan orang yang berkesan
Begitu sakit bila harus mengingatnya lagi..

Aku selalu merindukanmu di sini, kawan..
Aku selalu berharap masih dapat berjumpa denganmu..

Kalian tetap memiliki kesan bagiku..
Aku tak pernah merasa rugi
Telah mengenal kalian..
Walau hanya sebentar..

Karena..
kalian begitu berarti bagiku..
Kalian mengajarkan banyak hal padaku..
Kalian begitu mengerti keadaanku..

Terima kasih..
Pada kalian yang begitu berarti bagiku..
Pada kalian yang beru kukenal..
Juga kalian yang beru berpisah denganku..

Terima kasih..
Aku mencintai kalian..
Juga mencintai pertemuan kita..
Walau harus terucap kata berpisah..

AKU dan KAMU

Untuk KAMU..
KAMU yang selalu ada di hatiKU..

KAMU adalah orang yang sangat berarti dalam hidupKU..
Sejak pertemuan pertama kita..
KAMU hanya pernah membuatKU menangis di hari itu..
Tetapi pada hari-hari lain, KAMU selalu membuatKU tertawa..

AKU senang akan hal itu..
Orang lain lebih banyak membuatKU menangis daripada tertawa..
KAMU berbeda..
KAMU memiliki tempat tersendiri dalam hatiKU..

Meski KAMU tak pernah peduli akan kehadiranKU..
AKU peduli..
AKU sangat peduli..
Meski hal itu tidak KU tunjukkan padaMU..

Dan apa KAMU tau?
KAMU adalah alasanKU untuk tetap bernafas..
Untuk tetap menapaki hari-hari..
Untuk tetap mengejar KAMU..

KAMUlah yang selalu hadir dalam bayang-bayang mimpiKU..
Tak bisakah mimpi itu menjadi nyata?
Mimpi saat AKU dan KAMU bersama..
AKU sangat berharap mimpi itu menjadi nyata..

PESONA DAMPIT

Kutanam cintaku antara stasi 1 dan 3..
Mengenal lebih dalam..
Keseharian, ketulusan, dan senyum persaudaraan mereka..
Tak ada kata untuk menggambarkan hidup mereka..

Di sini, kami belajar..
Uang bukanlah segalanya..
Kebersamaan, kekeluargaan, keceriaan..
Itu lebih berharga..

Meski hanya jalan setapak yang nampak..
Meski panas matahari begitu menyengat..
Tiada lelah yang terlukis di wajah..
Saat kaki tak beralas mereka menapaki jalan menuju ladang..

Kekagumanku tak henti sampai di sni..
Tiada jark yang memisahkan mereka..
Sapa, Canda, dan Tawa..
Mengiringi tiap langkah kaki mereka..

Cintaku..
Sayangku..
Tertanam di DAMPITKU..
Oh.. DAMPITKU..

TTD : Stasi Dampit..

DUNIA KELAMKU

Dunia melihatku
Kemudian membisu
Entah mengapa
Rasa-rasanya dunia tak peduli

Dunia tak peduli akanku
Tak peduli akan sedihku
tak peduli keluh kesahku
Serasa hilang duniaku

Dunia indah dahulu terbentuk
Runtuh seketika saat ini
Menghilang dari hariku
Sedih rasa dihati melihatnya

Dunia tertawa saat aku bahagia
Tetapi saat aku sedih ia membisu
Membisu dalam kelamnya hatiku
Dalam hitamnya hariku

Ingin rasanya tawa hiasi wajahku
Tapi aku tak bisa
Tak bisa hilangkan air mataku
Yang terus mengalir di wajahku

Tangis oh tangis..
Aku tangisi diriku
Membasahi perih hatiku
Yang seakan tiada henti

Kali ini aku akan belajar
Aku ya aku..
Akan belajar untuk hidup
Di duniaku yang membisu ini

Belajar untuk membisu
Ditengah kebisuan duniaku
Aku harus bisa
Hadapi dunia kelamku ini

KEPEDULIAN

Aku terdiam
Termenung untuk beberapa saat
Sampai kusadari akan lamunanku ini
Entah lamunan apa tadi

Tapi cukup berpengaruh
Untuk menggetarkan hatiku
Setelah aku membacanya
Aku sadar akan sesuatu

Sadar akan kenyataan hidup
Kenyataan yang pahit
Juga yang cukup indah
Dibalik kehidupan di hidup ini

Banyak orang di luar sana
Yang membutuhkan kita
Tetapi..
banyak yang kurang mendapat perhatian

Perhatian dari orang
yang justru mereka cintai
Hanya karena sebuah alasan
Alasan yang membawa mereka
Ke masa depan yang suram

Meski mereka tak melakukan
Kesalahan fatal itu dengan sengaja
Tetapi orang melihatnya
Dari pandangan yang berbeda

Mereka yang tidak mengerti
Mengapa hal itu terjadi
Mungkin hal itu terjadi tanpa disengaja
tanpa sepengetahuan mereka

Mereka justru mengucilkan mereka
menghina mereka
Dan membuat mereka merasa terkucilkan
merasa tak pantas hidup

Sebenarnya mereka perlu
Mendapat perhatian..
Dari kita!!
Uluran kasih kita

Dari kita yang peduli
Mencintai
dan menyayangi
dan mengasihi mereka..

KEKUATAN CINTA

Hati ini lelah menunggu

Lelah mencari

Juga lelah mengejar dirimu

Rasanya tak ada alasan lagi

Tuk menantimu di sini

Hanya karena rasa ini

Rasa penasaran dan gusar

Dalam hati ini

Jika tak ada kerinduan

Tak ada kepedulian

Dalam dada ini

Tak mungkin aku

Masih setia menantimu di sini

Kekuatan hati ini

Menggerakkan tubuhku tuk tetap

Berdiri tegak dan berlari

Mengejar bayang-bayang dirimu

Ingin aku mendekatimu

Menyambar tubuhmu

Mengingatkanmu akan kenangan kita

Kenangan indah di masa lalu

Begitu sulit menemukanmu

Sering aku mencoba berhenti

Dari semua kegiatan bodoh ini

Tapi sekali lagi

Kekuatan juga dorangan hati

Tak mengijinkanku tuk berhenti

Kekuatan inilah kekuatan cinta

ANAK BANGSA

Dimana dapat kutemukan kembali..

Dimana dapat kujumpai kembali..

Semangat juang yang berkobar itu..

Rasa cinta pada negeri ini..

Dahulu..

Anak bangsa pertaruhkan diri..

Korbankan diri..

Bahkan relakan dirinya..

Untuk mengangkat bambu tanda siap beradu

Tujuan mereka satu..

Tujuan mereka mulia..

Untuk capai negeri merdeka..

Untuk suarakan kata merdeka..

Kini..

Anak bangsa tak peduli..

Tak peduli akan negerinya..

Tak ada rasa bangga akan negerinya..

Bangsa kita bangsa besar..

Bangsa kita megah..

Bangsa kita dikagumi..

Bangsa kita disegani..

Tapi mengapa..

Mengapa anak bangsa tak peduli..

Tak bangga akan tanah pijakan mereka..

Bangsa besar ini seolah menjadi kecil..

Generasi penerus..

Anak bangsa..

Mereka tak hargai negerinya..

Tak hargai bahasa persatuannya..

Tak hargai pahlawannya..

Seolah tak ada gunanya..

Seolah tak perlu ada generasi penerus..

Bila mereka tak peduli akan negerinya..

Dan tak hargai negerinya..

Anak bangsa, sadarlah..

Bangunlah dari semua keburukanmu..

Hargai bahasamu juga pahlawanmu..

Karena merekalah kau ada..

Hargai jasa pahlawanmu..

Hargai bangsamu..

Cintailah negerimu ini..

Hai Para ANAK BANGSA!!

Halo dunia!

Selamat datang di indoSastra.com – Pesona Sastra Indonesia. Ini adalah karya sastra pertama. Bisa di-edit atau dihapus, dan mulailah menebarkan pesona Sastra Indonesia.